Bagikan informasi bagus ini

SLAWI, PT Persekat KiGede Sebayu melaunching kantor sekaligus markas tim Persekat Kabupaten Tegal dengan nama “Red Zone” yang bertempat di Jalan Prof. Moh. Yamin, Slawi, pada Minggu (02/02)

Nantinya Red Zone diarahkan tidak hanya sebagai pusat aktivitas manajemen Persekat, tetapi juga caffee dan pusat penjualan merchandise Persekat.

CEO Persekat Haron Bagas Prakosa mengatakan, Persekat jangan di anggap remeh, siap bersaing di liga 2,  kita sudah mengenalkan Laskar Ki gede Sebayu kebanggagan Wong Tegal ini ke kasta tertinggi melalui PSSI.  Banteng Loreng Binoncengan berarti kita bersama-sama akan terus bekerja. Lihat saja, saat Banteng Loreng Binoncengan mulai bekerja, tidak ada yang tidak mungkin. Mimpi kita tidak hanya sebatas di Liga 2, tetapi insyaallah bisa menembus Liga 1″.

“Kita merangkul para lini bisnis yang ada di Kabupaten Tegal dari mulai dari penjualan beras, air mineral kemasan, hingga rencana kerja sama pembuatan member club berformat e-money dengan salah satu bank BUMN. Persekat ini jangan anggap main- main, Kita serius untuk bersaing di kasta liga 2, Persekat akan memeberikan sejarah baru di dunia sepak bola, denga adanya kepala dinas dipora dan ketua Asosiasi PSSI Kabupaten Tegal Sugono Adinegoro itu tanda bahwa pemerintah siap dukung persekat” tambahnya.

Sementara itu kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Suharinto mengatakan, kami sebagai OPD yang terkait tidak akan sungkan-sungkan ketika di koordinasi dan komunikasi untuk memajukan Persekat bertekad Persekat menang di Liga 2 dan bisa bersaing di liga 1.

Hardiansyah anggota Skaterz yang turut hadir mengatakan, “Melihat paparan yang disampaikan baik oleh tim manajemen maupun jajaran pengurus PT Persekat Ki Gede Sebayu, kami cukup yakin dengan masa depan Persekat. Tim ini sedang bergerak maju menuju modern. Kombinasi antara pengalaman senior seperti Pak Bagas dan ide-ide kreatif yang muda-muda seperti Mas Ersal, Mas Nizam, dan Mas Ongki semoga bisa membawa kejayaan Persekat” jelasnya penuh harap.

Acara di kemas dengan perkenalan yang di belakang Persekat, mulai dari tim kepelatihan yang dinahkodai coach Nazal Mustofa, tim manajemen yang dikomandoi Ersal Aburizal, dan jajaran PT Persekat Ki Gede Sebayu, selain itu diperkenalkan juga sponsor-sponsor yang sudah berkomitmen menyokong perjuangan Persekat di musim ini, yaitu Triplogic, +62, Perkumpulan Penggilingan Padi Beras (P3B), Biznet, RS Mitra Siaga, STIKES Bhamada, Bank TGR, PDAM Kabupaten Tegal, dan Yapora.

Turut hadir juga, Ketua Asosiasi PSSI Kabupaten Tegal Sugono Adinegoro serta perwakilan pemain persekat Qischil Gandrum, Marshel Huwae, dam M. Arozi dan tidak ketinggal para suporter persekat (Skaterz dan Ultras).(Ben/Arif)

admin
Februari 3, 2020
Tags: , ,

3 comments on “Markas “Red Zone” Persekat Diresmikan

  1. Sebuah kebanggaan yang tak akan pernah di lupakan, penuh dengan harapan besar mampu bersaing di kasta tertinggi indonesia.,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *